Laman

Rabu, 19 Juni 2013

selamat kembali pria kupluk (semoga)


Hai, pria kupluk. Apa kabarmu? Semoga kamu masih berada dalam lindungan Allah ya. Itulah permohonanku padaNya. Kalu aku masih dalam lingkaran kenangan yang sampai sekarang masih mengekangku. Aku ingin kamu membantuku keluar dari lingkaran itu namun itu sama saja masuk kedalam jurang masa lalu. Indah namun menyesakkan
.
Kupluk, aku sangat rindu kamu. Aku sangat ingin kamu pulang tapi aku lebih ingin kamu pergi sejauh mungkin karena aku tahu saat kamu kembalipun kamu pasti pergi lagi, sayang. Ketahuilah, aku memang rumahmu yang kamu singgahi waktu kamu lelah dan kamu tinggal kalau kamu ingin pergi, namun bisakah kamu saat kamu pergi kamu berjanji untuk kembali?

Aku kesepian, kupluk. Peluk aku, katakan kalau kamu akan menangis bersamaku jika aku pilu. Aku sungguh rindu ucapan selamat tidur darimu. Aku rindu senyumanmu dihalaman rumahku. Aku rindu duduk disampingmu. Maaf aku pendiam. Itu karena aku tak pernah menemui malaikat sepertimu. Gugup? Pasti. Tahukah kamu? Itu pertama kalinya jantungku berdegup kencang seperti pacuan kuda tanpa jokinya. Entah lari kemana dan entah harus berbuat apa.

Seperti lirik lagu, “upaya ku tahu diri” seperti itu aku saat tahu kau sedang mendekati seorang perempuan yang cantiknya memang jauh dariku. Sungguh aku kecewa, sangat kecewa. Tapi aku bisa berbuat apa. Walaupun kamu bilang kamu sayang aku, nyatanya kamu mendekatinya kan? Aku mungkin salah padamu. Namun aku tidak pernah tahu salahku apa. Kamupun tak pernah mengatakannya kan?
Sayang, tak apa kamu pergi setidaknya aku sudah pernah memilikimu. Kadang memang apa yang kita inginkan belum tentu kita butuhkan. Setelah kita tahu apa yang kita butuhkan, belum tentu kita bisa memilikinya.

Pesanku untukmu, jadilah laki-laki yang penuh konsisten, gagah, tegas, namun jangan melukai hati wanita lagi. Jadilah ayah yang hebat untuk anakmu kelak. Jadilah pangeran kupluk yang menyayangi siapapun wanita yang kamu pilih nanti. Aku hanya berharap Allah mentakdirkan ku menjadi putri yang mendampingimu dengan sepenuh hati. Terlalu berharap? Memang. Karena aku yakin tak ada bintang yang  jatuh jika tidak ada yang menginginkannya dan berusaha menggapainya. Namun jika tak tergapai bukan berarti kamu gagal. Hanya saja kamu akan menggapai hal yang lebih indah dan berkilau dari bintang.

Selamat tinggal untuk kembali, kupluk. Semoga. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar