Hai, pria kupluk. Apa kabarmu? Semoga kamu masih berada
dalam lindungan Allah ya. Itulah permohonanku padaNya. Kalu aku masih dalam
lingkaran kenangan yang sampai sekarang masih mengekangku. Aku ingin kamu
membantuku keluar dari lingkaran itu namun itu sama saja masuk kedalam jurang
masa lalu. Indah namun menyesakkan
.
Kupluk, aku sangat rindu kamu. Aku sangat ingin kamu pulang
tapi aku lebih ingin kamu pergi sejauh mungkin karena aku tahu saat kamu
kembalipun kamu pasti pergi lagi, sayang. Ketahuilah, aku memang rumahmu yang
kamu singgahi waktu kamu lelah dan kamu tinggal kalau kamu ingin pergi, namun
bisakah kamu saat kamu pergi kamu berjanji untuk kembali?
Aku kesepian, kupluk. Peluk aku, katakan kalau kamu akan
menangis bersamaku jika aku pilu. Aku sungguh rindu ucapan selamat tidur
darimu. Aku rindu senyumanmu dihalaman rumahku. Aku rindu duduk disampingmu. Maaf
aku pendiam. Itu karena aku tak pernah menemui malaikat sepertimu. Gugup? Pasti.
Tahukah kamu? Itu pertama kalinya jantungku berdegup kencang seperti pacuan
kuda tanpa jokinya. Entah lari kemana dan entah harus berbuat apa.
Seperti lirik lagu, “upaya ku tahu diri” seperti itu aku saat
tahu kau sedang mendekati seorang perempuan yang cantiknya memang jauh dariku. Sungguh
aku kecewa, sangat kecewa. Tapi aku bisa berbuat apa. Walaupun kamu bilang kamu
sayang aku, nyatanya kamu mendekatinya kan? Aku mungkin salah padamu. Namun aku
tidak pernah tahu salahku apa. Kamupun tak pernah mengatakannya kan?
Sayang, tak apa kamu pergi setidaknya aku sudah pernah
memilikimu. Kadang memang apa yang kita inginkan belum tentu kita butuhkan. Setelah
kita tahu apa yang kita butuhkan, belum tentu kita bisa memilikinya.
Pesanku untukmu, jadilah laki-laki yang penuh konsisten,
gagah, tegas, namun jangan melukai hati wanita lagi. Jadilah ayah yang hebat
untuk anakmu kelak. Jadilah pangeran kupluk yang menyayangi siapapun wanita
yang kamu pilih nanti. Aku hanya berharap Allah mentakdirkan ku menjadi putri
yang mendampingimu dengan sepenuh hati. Terlalu berharap? Memang. Karena aku
yakin tak ada bintang yang jatuh jika
tidak ada yang menginginkannya dan berusaha menggapainya. Namun jika tak
tergapai bukan berarti kamu gagal. Hanya saja kamu akan menggapai hal yang
lebih indah dan berkilau dari bintang.
Selamat tinggal untuk kembali, kupluk. Semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar