Laman

Jumat, 01 Maret 2013

Persimpangan Hati

Kamu... 

Seharusnya aku berterimakasih padamu atas sakit hatiku
Terimakasih atas pembalasan harapanku yang palsu
Karena kamu, aku menghargai kebahagian yang nampak setelah kepedihan 
Ku tebarkan senyum palsuku untukmu agar derai air mataku tampak seperti kebahagiaan

Tahukah kau bagimana hari yang kulewati dengan kebahagiaan palsuku?
Tahukah kau bagaimana hati menahan luapan amarah?
Tahukah kau bagaimana simpul senyum yang mengembang untuk kepalsuan?
Dan tahukah kau bagaimana kerja sinar mata kepedihan menjadi kebahagiaan?

Memang aku tak pernah ungkapkan perasaanku padamu. 
Namun apakah kau tak pernah meraskan?
Oh ya, aku tahu karena kau tak melihat dengan hati tetapi hanya dengan logika. Karena itu 'dia' yang kau pilih.