hmmm 1 tahun ya kita kenal udah mau dua tahun ya? tadinya rasa itu gak ada tapi lama lama berawal dari kepedulianmu aku tertarik utk membalas rasa sukamu kepadaku. aku pikir tak apalah kasian kalau kau suka padaku, tapi aku abaikan namun lama kelamaan rasa kasian berubah menjadi kagum dan akhirnya sayang padamu. awalnya aku tak sadar, hanya sering melamunkanmu lalu sambil tersenyum membalas pesan darimu. akhirnya aku sadar saat kau mulai membalas mention teman perempuanmu yang kelihatannya terlalu berlebihan. kau tahu rasanya seperti apa saat melihat itu? sakit memang namun bukan sakit karena perempuan itu terlalu berlebihan tetapi sakit karena kamu membalas mention perempuan itu. aku mulai berfikir kalau dia itu pacarmu. suatu malam aku beranikan untuk mangirim pesan kepdamu. sebenarnya aku amat sangat malu menanyakannya, namun jika aku tak melakukannya hatiku akan terus bertanya apakah benar dia pacarmu? lalu kau menjawab dengan candaan khasmu yaitu dia bukan pacarmu namun hanya teman yang terlihat mesra. aku tak mau hanya tahu sekedar itu. lalu aku tanyakan apakah kau suka padanya? betapa senangnya aku saat kau membalas tidak suka karena ia orang yang berlebihan. keesokan harinya seperti biasa kau menyapaku lewat pesan. setelah berbincang cukup lama, kau bertanya kepadaku menanyakan siapakah laki laki yang sering bicara denganku di dunia maya itu? dan sempat kau bertanya apakah dia pacarku? kau tahu aku senang saat kau menyakan itu, aku pikir kau memperhatikanku dan seakan cemburu aku dekat dengan laki laki itu, dengan mudah ku jawab kalau dia hanya teman sekolah dasarku yang sudah lumayan dekat.
beberapa hari kemudian ku sapa kamu lewat percakapan di smartphone. setelah basa basi perbincanganmu meledekku dengan kata yang menyinggung soal laki laki itu dan kau menyebutkan kalau dia selinganku selama ini. aku tak mengerti dengan sikapmu apa kau cemburu atau hanya membalas dendam dengan pertanyaanku yang lalu? kau tahu aku bingung harus bersikap apa? meyakinkanmu bahwa aku tak seburuk yang kau kira atau hanya mengabaikan kata katamu seakan itu gurauan? kalau aku membiarkannya aku takut kau menganggapku seperti itu tetapi jika aku memberikan penjelasannya aku takut kau kira aku terlalu mengharapkanmu walaupun sebenarnya seperti itu, tetap saja hatiku ragu mengatakannya.
sudah beberapa minggu berlalu, aku memendam pertanyaanku itu. semua tampak seperti biasa. kau menjalani kehidupanmu di sekolah baru dan mempunyai banyak penggemar perempuan karena ketampananmu. namun aku menjalani hidupku dengan sahabatku, sekolahku dan semua bayangan tentangmu. sampai akhirnya beberapa hari sebelum ulang tahunku, kamu menyapaku dengan pesan. seperti biasa dengan ciri khasmu menanyakan apa yang sedang aku lakukan. lama kelamaan kau menyinggung tentang tanggal ulang tahunku yang akan tiba sebentar lagi. aku hanya menjawab darimana kau tahu itu, dan kau sangat mudah mambalasnya dengan guarauan mengintip profil facebook ku. aku terkejut karena aku kira kau tak perduli denganku tapi ternayata kau masih mau membuka profil tentangku walaupun tak lama.
sampai akhirnya hari ulang tahunku datang 10 januari 2012. saat aku membuka ponsel ada beberapa pesan, namun bukan darimu. aku mulai gelisah menunggu pesan darimu. akupun tiba di sekolah lalu duduk di kursi kedua dari depan. ponselku bergetar ternyata ada satu pesan, aku buka namun aku tak berharap itu darimu. ternyata aku salah, pesan yang tidak terlalu panjang namun tak terlalu singkat dan hanya dengan kata kata biasa yang sering orang lain pakai, tetapi itulah pesan yang sangat kutunggu dan sangat istimewa di hari istimewaku. walaupun sekedar ucapan tak langsung tetapi aku sangat senang.
beberapa hari kemudian ku sapa kamu lewat percakapan di smartphone. setelah basa basi perbincanganmu meledekku dengan kata yang menyinggung soal laki laki itu dan kau menyebutkan kalau dia selinganku selama ini. aku tak mengerti dengan sikapmu apa kau cemburu atau hanya membalas dendam dengan pertanyaanku yang lalu? kau tahu aku bingung harus bersikap apa? meyakinkanmu bahwa aku tak seburuk yang kau kira atau hanya mengabaikan kata katamu seakan itu gurauan? kalau aku membiarkannya aku takut kau menganggapku seperti itu tetapi jika aku memberikan penjelasannya aku takut kau kira aku terlalu mengharapkanmu walaupun sebenarnya seperti itu, tetap saja hatiku ragu mengatakannya.
sudah beberapa minggu berlalu, aku memendam pertanyaanku itu. semua tampak seperti biasa. kau menjalani kehidupanmu di sekolah baru dan mempunyai banyak penggemar perempuan karena ketampananmu. namun aku menjalani hidupku dengan sahabatku, sekolahku dan semua bayangan tentangmu. sampai akhirnya beberapa hari sebelum ulang tahunku, kamu menyapaku dengan pesan. seperti biasa dengan ciri khasmu menanyakan apa yang sedang aku lakukan. lama kelamaan kau menyinggung tentang tanggal ulang tahunku yang akan tiba sebentar lagi. aku hanya menjawab darimana kau tahu itu, dan kau sangat mudah mambalasnya dengan guarauan mengintip profil facebook ku. aku terkejut karena aku kira kau tak perduli denganku tapi ternayata kau masih mau membuka profil tentangku walaupun tak lama.
sampai akhirnya hari ulang tahunku datang 10 januari 2012. saat aku membuka ponsel ada beberapa pesan, namun bukan darimu. aku mulai gelisah menunggu pesan darimu. akupun tiba di sekolah lalu duduk di kursi kedua dari depan. ponselku bergetar ternyata ada satu pesan, aku buka namun aku tak berharap itu darimu. ternyata aku salah, pesan yang tidak terlalu panjang namun tak terlalu singkat dan hanya dengan kata kata biasa yang sering orang lain pakai, tetapi itulah pesan yang sangat kutunggu dan sangat istimewa di hari istimewaku. walaupun sekedar ucapan tak langsung tetapi aku sangat senang.
curhatan sendiri
BalasHapus